DPRD DKI Akan Memangkas Anggaran Terkait Sumur Serapan Menjadi Rp 210 Miliar
Jakarta - Pemprov DKI saat ini tengah gencar membangun ribuan sumur resapan (drainase vertikal) di berbagai titik di Jakarta guna mencegah terjadinya banjir.
Terkait hal itu, Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta, Syarif mengatakan pada APBD 2022 anggaran untuk sumur resapan di pangkas menjadi Rp 120 miliar karena adanya defisit keuangan.
"Dikurangi, dari Rp 322 miliar tinggal sisa Rp 120 miliar," ujar Syarif kepada wartawan, Selasa (23/11).
"Kita kan defisit kekurangan uang, sementara banyak juga yang prioritas," tambahnya.
Menurut Syarif, apabila ada pihak yang berkata pemangkasan anggaran sumur resapan karena tidak efektif harus dibuktikan dengan secara teknis keilmuan.
"Di rapat-rapat itu banyak ngomong begitu, tidak efektif. Boleh saja orang berpendapat, tapi tolong buktikan secara teknis keilmuan apa," ungkapnya.
Selain itu, Syarif juga menjelaskan bahwa saat ini Pemprov DKI sudah memiliki alat berat untuk mengerjakan program sumur resapan.
"Misalnya alat ekskavator crawler yang bisa di dalam kolong jembatan nambah 40 unit itu mahal harganya. Satunya 14 miliar kalau gak salah," jelasnya
"Itu 1 collection, ada remotenya semua. Canggih. Kita sudah punya 2 rupanya," pungkasnya.
Terkait hal itu, Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta, Syarif mengatakan pada APBD 2022 anggaran untuk sumur resapan di pangkas menjadi Rp 120 miliar karena adanya defisit keuangan.
"Dikurangi, dari Rp 322 miliar tinggal sisa Rp 120 miliar," ujar Syarif kepada wartawan, Selasa (23/11).
"Kita kan defisit kekurangan uang, sementara banyak juga yang prioritas," tambahnya.
Menurut Syarif, apabila ada pihak yang berkata pemangkasan anggaran sumur resapan karena tidak efektif harus dibuktikan dengan secara teknis keilmuan.
"Di rapat-rapat itu banyak ngomong begitu, tidak efektif. Boleh saja orang berpendapat, tapi tolong buktikan secara teknis keilmuan apa," ungkapnya.
Selain itu, Syarif juga menjelaskan bahwa saat ini Pemprov DKI sudah memiliki alat berat untuk mengerjakan program sumur resapan.
"Misalnya alat ekskavator crawler yang bisa di dalam kolong jembatan nambah 40 unit itu mahal harganya. Satunya 14 miliar kalau gak salah," jelasnya
"Itu 1 collection, ada remotenya semua. Canggih. Kita sudah punya 2 rupanya," pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar